A. Pengertian ERP
Enterprise Resource Planning (ERP)
ERP adalah sebuah system informasi perusahaan yang dirancang
untuk mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang
diperlukan untuk proses bisnis cepat. ERP (Enterprise Resource Planning) yaitu sistem informasi yang
diperuntukkan bagi perusahaan manufaktur/jasa yang berperan untuk
mengintegrsikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek opeasi, produksi,
maupun distribusi pada perusahaan.
Menurut Daniel O’Leary mendefinisikan ERP sebagai:
Sistem ERP yaitu suatu pembuatan/desain untuk memproses suatu
transaksi di organisasi dan gabungan fasilitas dan planning real-time,
production, and customer response. Di tarik garis, ERP dikembangkan
dengan latar belakang pemikiran tentang perlunya aktivitas integritas proses
dalam perusahaan, agar lebih responsif dalam menanggapi kebutuhan customer
B.
Manfaat dari penggunaan ERP yaitu:
1)
Mengintegrasikan data keuangan
2)
Standarisasi proses
opersi
3)
Standarisasi Data dan Informasi
Keuntungan yag bisa di dapat dari pemanfaatan
ERP yaitu :
1) Penurunan inventori
2) Penurunan tenaga kerja secara total
3) Peningkatan service level
1) Penurunan inventori
2) Penurunan tenaga kerja secara total
3) Peningkatan service level
4)
Peningkatan control keuangan
5) Penurunan waktu yang dibutuhkan dalam mendapatkan informasi
5) Penurunan waktu yang dibutuhkan dalam mendapatkan informasi
· Kelebihan ERP
·
Integrasi antara area fungsional yg berbeda utk meyakinkan
komunikasi, produktifitas dan efisiensi yg tepat.
·
Rancangan perekayasaan
·
Pelacakan pemesanan dari penerimaan sampai fulfillment
Mengatur saling
ketergantungan dari
·
proses penagihan material yg kompleks
·
Pelacakan 3 cara yg bersesuaian antara pemesanan pembelian,
penerimaan inventori, dan pembiayaan
·
Akuntasi utk
keseluruhan tugas: melacak pemasukan, biaya dan keuntungan pada level inti
·
Kelemahan
ERP
·
Terbatasnya
kustomisasi dari perangkat lunak ERP.
·
Sistem ERP sangat
mahal.
·
Perekayasaan
kembali proses bisnis utk menyesuaikan dengan standar industri yg telah
dideskripsikan oleh sistem ERP dapat menyebabkan hilangnya keuntungan
kompetitif.
·
ERP sering
terlihat terlalu sulit utk beradaptasi dgn alur kerja dan proses bisnis
tertentu dalam beberapa organisasi.
C.
Implementasi
sistem informasi yang berbasis ERP
Layak sebuah sistem
informasi, sebagai sebuah proses implementasi ERP dapat dibagi menjadi tiga
fase. Yaitu fase inisiasi, pelaksanaan dan penyelesaian proses. Namun secara
lebih mendetail, fase-fase ini dibagi menjadi fase insiasi, fase evaluasi, fase
negosiasi dan persetujuan, fase modifikasi, fase penyelesaian, dan fase
eksploitasi. Diantara fase-fase ini sangant mungkin terdapat tambahan tahapan
rekayasa proses bisnis dan konversi data.
Sebagaimana dijelaskan
pada bagian awal, tujuan dari implementasi ERP adalah untuk menjalankan bisnis
dengan lebih baik. Oleh Karena itu, implementasi harus dilakukan oleh orang
yang menjalankan bisnis itu sendiri. Bagaimana implementasi ERP dapat
dilakukan dengan baik tentunya membutuhkan beberapa prasyarat dan kondisi
sebagai berikut :
1. Implementasi ERP merupakan proyek besar yang
mencakup proses pengambilan keputusan dan melibatkan banyak orang di
perusahaan, termasuk manajemen.
2. Implementasi ERP harus dikerjakan oleh
orang-orang yang terlibat dalam proses bisnis sehingga tanggung jawabnya tidak
dapat diserahkan sepenuhnya kepada vendor. Konsultan atau vendor memang dapat
membantu dalam transfer pengetahuan, namun pelaku bisnis adalah pihak yang
paling mengerti serta memiliki kewenangan dan otoritas untuk mengubah cara
dalam mengerjakan sesuatu.
3. Implementasi ERP dapat berjalan apabila
melibatkan pihak / orang yang kelak akan mengoperasikan sistem tersebut. Oleh
karenanya tidak dapat dipisahkan antara implementator dengan user. Mereka
harus menjadi bagian yang menyatu dalam sebuah tim.
4. Implementasi ERP membutuhkan pengorbanan waktu
dari serangkaian pekerjaan rutin yang dilakukan oleh orang yang terlibat dalam
bisnis dan operasional sehari-hari. Proses implementasi memang tidak dapat
dijadikan prioritas utama, tetapi tidak boleh dijadikan prioritas kedua dibawah
prioritas rutin dalam menjalankan bisnis dan operasional. Dalam hal ini dibutuhkan
kerelaan untuk meluangkan waktu.
5. ERP adalah bukan sekedar suatu sistem
komputer. ERP merupakan ‘people system’ yang dijalankan dengan dukungan
software dan hardware. Sehingga membutuhkan dukungan dan partisipasi dan
manajemen. Dukungan dan keterlibatan manajemen inilah yang sangat menentukan
keberhasilan.
6. ERP memerlukan serangkaian nilai baru dalam
menjalankan bisnis. Jika perusahaan yang menerapkan ERP tidak mampu mengubah
proses kerja, maka implementasi ERP akan berakibat buruk. Karena aliran data
antar fungsi akan terjadi dengan sangat cepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar